Go Abroad: Menggali ilmu ke luar negeri dan manfaatnya

Go Abroad: Menggali ilmu ke luar negeri dan manfaatnya

Go Abroad: Menggali ilmu ke luar negeri dan manfaatnya

Sharing is caring!

Sejak saya sekolah di IPB, sering bertemu dan diskusi dengan teman-teman yang pulang dari kegiatan seminar, exchange program dan sebagainya dari luar negeri. Namun, saat itu saya tidak ada ketertarikan untuk pergi ke luar negeri. Entah tidak tertarik atau memang tidak ada kesempatan untuk itu. Namun, kondisi jadi berbeda saat saya diamanahi menjadi pembina kemahasiswaan di Departemen TMB. Saya banyak mendorong adik-adik mahasiswa untuk pergi keluar negeri, baik untuk mengikuti kegiatan seminar internasional (short stay), maupaun exchange program (0-1 tahun), dan kegiatan-kegiatan lain ke luar negeri.

Saya melihat, adik-adik setelah pulang dari luar negeri untuk ikut kegiatan yang ada hubungannya dengan akademik jadi lebih bersemangat. Walaupun, yang ada di dalam negeripun tidak kalah semangat juga dibanding yang sudah ke luar negeri. Artinya kegiatan yang diikuti di luar negeri memberikan manfaat positif berupa pengalaman berbeda. Terutama mereka jadi belajar bergaul dengan masyarakat global. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti ini memberikan kepercayaan diri kepada calon lulusan untuk kemudian bersaing.

Lalu, bagi anda yang sekarang menjadi mahasiswa di perguruan tinggi kegiatan apa saja yang bisa diikuti untuk belajar keluar negeri (go abroad)? Beberapa kegiatan yang bisa diikuti diantaranya:

  1. Ikut lomba
    Kalau anda jeli dalam membuka informasi lomba-lomba yang diadakan oleh kampus-kampus diluar negeri tidak jarang yang menyediakan travel fee bagi peserta yang masuk nominasi. Tentu ini adalah cara yang paling bergengsi saat anda jadi mahasiswa untuk jalan keluar negeri dan menimba pengalaman. Selain bisa berkomunikasi dan bertukar ide dengan para finalis lainnya. Karena kemenangan sesungguhnya adalah pengalaman itu sendiri.
  2. Ikut Seminar
    Coba diskusikan sebuah topik dengan dosen pembimbing anda di kampus. Buatlah sebuah riset paper, kemudian coba kirimkan ke conference yang berhubungan. Beberapa kampus menyediakan travel fee untuk peserta seminar internasional. Usahakan untuk memasukkan dosen pembimbing sebagai coreponding author untuk memudahkan anda dalam penulisan paper tersebut. Manfaat lain yaitu anda bisa punya pengalaman bertemu dengan para peneliti yang umumnya adalah dosen dan mahasiswa dari universitas di luar negeri. Tidak jarang peluang beasiswa datang dari acara-acara seperti ini.
  3. Exchage program
    Pelajari kerjasama yang ada di kampus anda kuliah dengan kampus luar negeri. Terdapat banyak kegiatan travel grant yang diberikan baik oleh DIKTI (Direktorat Perguruan Tinggi). Selain itu, anda juga bisa melihat peluang dari kampus atau negara tujuan untuk mendapatkan peluang ini.
  4. Melanjutkan studi
    Melanjutkan studi di luar negeri adalah cara yang paling baik dari 3 cara yang saya sampaikan diatas. Dengan kuliah diluar negeri anda akan mendapatkan pengalaman merantau atau tinggal agal lebih lama di negara tujuan. Yang saya alami, tinggal di luar negeri seperti Jepang misalnya membuat saya semakin percaya diri untuk terus berkarya dan bekerjasama dengan para profesor di kampus tempat saya kuliah. Selain studi, anda juga bisa menggali banyak pengalaman.

Tentu tips bagi yang sudah tertarik adalah mempersiapkan kemampuan bahasa inggris. Bahasa inggris adalah bahasa pertama yang harus anda kuasai untuk bisa bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Cobalah mengasah kemampuan dengan mulai membuat bahan presentasi dan makalah. Sebagai student, keperluan kita keluar negeri ya utamanya adalah mempresentasikan ide dan gagasan kita. Itu adalah kemampuan basic yang musti dimiliki. Tes TOEFL, TOEIC atau sejenisnya diperlukan untuk exchange program dan kegiatan studi sebagai syarat administratif.

Setelah bahasa, rajin-rajinlah browsing dan buatlah daftar. Kebanyakan dari kita hanya browsing saja tanpa mengumpulkan atau merangkum hasil browsing kita ke dalam catatan yang mudah kita bawa. Catatan yang diperlukan mulai dari kegiatan yang akan diikuti, paper yang kemungkinan bisa berhubungan, dan informasi-informasi lain yang berhubungan.

Terakhir, tips yang paling ampuh adalah coba saja. Terkadang kita terlalu underestimate dengan kemampuan kita sendiri. Kalau kita mencoba kita jadi tahu dimana titik lemah kita dan cobalah terus memperbaiki. Tidak perlu malu dan canggung kalupun makalah ataupun kemampuan bahasa inggris yang kita miliki belum sempurna. Karena dengan mengikuti kegiatan-kegiatan inilah kemampuan bahasa anda akan meningkat secara perlahan.

Salam,
Supriyanto
PhD Student, Life and Environmental Sciences
University of Tsukuba
Dosen Teknik Mesin dan Biosistem, Fateta
Institut Pertanian Bogor
email: debasupriyanto@apps.ipb.ac.id

 

supriyanto

Leave a Reply

shares