Unnamed Aerial Vehicle (UAV), aplikasi bidang pertanian

Unnamed Aerial Vehicle (UAV), aplikasi bidang pertanian

Unnamed Aerial Vehicle (UAV), aplikasi bidang pertanian

Sharing is caring!

Saat ini banyak sekali Unnamed Aerial Vehicle (UAV) atau drone berharga murah dilengkapi dengan kamera yang canggih. Kehadiran drone ini memiliki dampak signifikan terutama pada industri foto udara. Dahulu, pemotretan melalui udara dilakukan dengan helikopter atau pesawat yang tentu biaya yang dikeluarkan cukup mahal untuk sekali pemotretan. Kini, hadirnya drone memberikan kemudahan bagi semua orang untuk melakukan kegiatan foto udara.

Saya mengamati banyak komunitas yang menggunakan drone untuk videografi dan fotografi. Kebanyakan aplikasi yang sudah booming adalah untuk profil sebuah wilayah. Namun, mulai banyak juga yang menggunakan untuk pemetaan. Banyak juga kementerian yang menggunakan untuk pemetaan wilayah atau desa.

UAV juga sangatlah potensial untuk diterapkan dalam bidang pertanian, salah satu aplikasi adalah untuk deteksi penyakit pada tanaman. Berikut adalah contoh aplikasi yang bisa diaplikasikan: Gemini virus attack analysis in field of chili (Capsicum annuum L.) using aerial photography and Bayesian segmentation method. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.03.033

Selain itu, pemetaan lahan pertanian dan pengembangan lain tentu sangat terbuka. Untuk melakukan itu, saat ini ada Parrot Bluegrass sebagai multicopter yang di desain untuk pertanian. Alat ini diclaim dapat meningkatkan ROI. Drone ini dilengkapi dengan 2 kamera: video kamera dan parrot sequoia multispectral sensor. Drone ini baru saja kami beli di lab tempat saya kuliah. Kedepan, jika sudah mencoba akan saya lanjutkan kembali review pemanfaatan dan ide-ide yang mungkin bisa dikerjakan.

Apakah anda tertarik dengan drone? Jika tertarik silahkan tinggalkan komentar atau kirim email ke email kami.

Salam,
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id
Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB

supriyanto

Leave a Reply

shares