Kerjasama dengan peneliti Internasional: Bagi Dosen Muda

Kerjasama dengan peneliti Internasional: Bagi Dosen Muda

Kerjasama dengan peneliti Internasional: Bagi Dosen Muda

Sharing is caring!

Saat ini sedang marak kegiatan yang berkaitan dengan kerjasama internasional. Umumnya kerjasama internasional dimulai dari interest riset yang sama kemudian melakukan kerjasama. Cara ini adalah cara paling umum yang bisa dilakukan untuk menjalin kerjasama yang baik dari dunia internasional.

Ada beberapa catatan dari pengamatan yang selama ini saya lihat terkait kerjasama internasional ini:

Kemampuan Bahasa Asing 

Umumnya para dosen muda ketakutan berkomunikasi karena komunikasi dilakukan dalam bahasa Inggris. Termasuk saya, di awal-awal karir tidak membayangkan akan studi di luar negeri dengan menggunakan bahasa asing sebagai alat komunikasi sehari-hari.

Nah, bagi anda yang tertarik akan menjalin kerjasama maka syarat kemampuan komunikasi dalam bahasa asing (minimal bahasa Inggris) sangat diperlukan. Mengingat mayoritas komunitas dunia menggunakan bahasa inggris sebagai alat komunikasinya.

Banyak Membaca Buku (Text Book)

Sembari belajar bahasa inggris, kita mulai banyak membaca text book bahasa asing. Text book ini akan mengantarkan kita ke pemahaman umum dari suatu pokok bahasan. Text book punya kelebihan yaitu menyampaikan sesuatu dengan konsep di bab-bab awal, terkadang sampai aplikasi yang biasanya disampaikan pada chapter-chapter tengah sampai akhir.

Text book yang saya maksud adalah text book yang ditulis oleh orang-orang terkenal dalam bidang yang sedang anda geluti. Jangan hanya membaca satu text book, tapi bacalah text book lain yang membahas hal yang sama sehingga anda punya pemahaman yang lengkap.

Apakah text book ini harus membayar? saya katakan tidak, karena saat ini banyak sekali texbook yang dibagikan secara open access melalui media internet. Selain itu, anda juga bisa mengunjungi perpustakaan kampus yang biasanya juga menyediakan literatur pada suatu bidang secara lengkap.

Ada hal yang tidak kalah penting dalam membaca sebuah buku. Yaitu mengetahu profil penulisnya, karena profil ini sangat diperlukan untuk memahami siapa penulis buku dan bagaimana pemahaman si penulis terhadap masalah yang dihadapi.

Membaca dan mereview paper (Jurnal dan Prosiding)

Setelah anda memahami konteks dari suatu masalah secara umum dari buku, langkah selanjutnya adalah membaca jurnal. Jurnal biasanya hanya menampilkan kontribusi mayor dari sipenulis dan tidak akan mengulang penjelasan yang sudah ditemukan atau dikemukakan oleh penulis sebelumnya. Sehingga, jika anda pemula maka membaca jurnal adalah langkah kedua setelah text book. Tapi jika anda sudah banyak membaca buku maka saatnya anda mulai berselancar membaca jurnal.

Saat membaca jurnal, maka fokuslah pada topik yang sedang anda geluti. Gunakan mind map untuk memudahkan anda dalam menstrukturisasi apa yang sudah dan akan anda cari. Lalu, gunakan kata kunci untuk berselancar mencari bahan (jurnal di Internet).

Semua hal bisa dicari di internet saat ini, bahkan dua pendapat yang bertentangan pun bisa kita peroleh dengan mudah. Menghadapi pendapat yang berbeda secara ilmiah adalah dengan mengujinya melalui experiment yang anda lakukan. Sehingga bisa saja anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan melaporkannya menjadi jurnal ilmiah.

Ikut Seminar 

Setelah anda biasa dengan text book dan paper maka selanjutnya anda mulai bisa ikut dalam seminar. Saya sarankan untuk mengkombinasikan antara seminar nasional dan internasional. Seminar internasional anda akan disuguhi presentasi yang umumnya membahas kasus-kasus lokal. Selain itu, seminar internasional akan disuguhi presentasi dengan tema yang lebih beragam dari berbagai negara dan perspektif peneliti.

Tentu ikut seminar tidak hanya menjadi pendengar saja. Anda bisa mulai mempersiapkan draft paper yang akan anda presentasikan. Bagi saya, jelek tidak masalah yang penting segera menulis. Jenis tulisan juga berbagai macam, mulai dari paper review, technical review dan original paper. Melihat banyaknya jenis paper saya sangat yakin anda bisa membuatnya.

Saat seminar, bidiklah orang-orang yang anda pandang sebagai ilmuan yang baik. Temui, perkenalkan diri anda (jangan lupa membawa kartu nama) dan coba tawarkan diri untuk bekerjasama dengan penelitian yang sedang beliau geluti. Tentu penawaran kerjasama bisa dilanjutkan dengan anda berkunjung ke lab yang bersangkutan atau mengundangnya untuk hadir dalam seminar yang anda buat di tempat anda bekerja, atau sekedar lecture untuk student juga boleh.

Biasanya dari sinilah kerjasama itu dimulai.

Mengontak langsung dengan e-mail

Mengontak langsung dengan email ini adalah pekerjaan berat jika kita belum pernah bertemu dengan calon kolega yang akan kita ajak kerjasama. Anda harus memperkenalkan diri dengan sangat sopan dan hati-hati serta tunjukkan dari mana anda berasal dengan memberikan CV yang berisi publikasi dan pengalaman penelitian yang anda miliki.

Namun, juga jangan menyerah karena terkadang dengan menggunakan email ini kita bisa juga menjalin kerjasama dengan orang yang berada jauh dari tempat kita berada. Kelebihan emai dengan media sosial adalah email bisa dibaca kapan saja dan masuk kategori komunikasi formal.

Selain teknik-teknik diatas, tentu masih banyak teknik lain yang anda bisa lakukan untuk membangun kerjasama dengan peneliti di berbagai belahan dunia. Kerjasama ini akan meningkatkan eksistensi diri anda dalam kancah ilmu pengetahuan dunia. Harapannya, bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan khususnya bagi pengembangan karir anda sendiri.

Semoga Allah memberikan kemudahan dalam membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk memperkuat khasanah keilmuan yang anda miliki.

Salam,
Supriyanto
Departemen Teknik Mesin dan Biosistem
Institut Pertanian Bogor, Indonesia

supriyanto

Leave a Reply

shares