Jepang Negeri bersih: Apakah tidak ada sampah ?

Jepang Negeri bersih: Apakah tidak ada sampah ?

Jepang Negeri bersih: Apakah tidak ada sampah ?

Sharing is caring!

Kita tahu bahwa sampah adalah permasalahan umum terutama wilayah perkotaan. Pernah dengar beberapa minggu yang lalu ada ribut-ribut sampah DKI yang dibuang ke Bekasi? Ini adalah salah satu contoh permasalahan nyata sampah yang terjadi di kota-kota besar, tidak terkecuali Jakarta. Volume sampah harian yang cukup besar membutuhkan penanganan yang baik, mulai dari penampungan sementara, pengiriman ke tempat pembuangan, dan pengelolaan di tempat pembuangan.

Permasalahan tidak berhenti disitu, saat volume sampah itu terus membesar maka akan ada masalah di tempat pembuangan. Saat ini memang sudah banyak teknologi yang bisa digunakan yaitu dengan memanfaatkan kembali sampah menjadi barang bermanfaat. Mulai dari re-use, re-cycle sampai pengolahan sampah menjadi kompos misalnya.

Kembali ke permasalahan sampah di hulunya, yaitu dari si pembuang sampah itu sendiri. Banyak sekali permasalahan yang masih terjadi, diantaranya kesadaran membuang sampah pada tempatnya sampai mengurangi sampah. Tentu mengurangi sampah itu adalah pekerjaan rumah tersendiri. Kita fokus saja ke permasalahan pengelolaan sampah secara individu.

Belajar dari negeri sakura (Jepang), mereka sangat peduli dengan sampah. Selama saya tinggal 2 tahun disini tidak saya lihat ada orang yang dengan sengaja mebuang sampah tidak pada tempatnya, terutama di daerah perkotaan. Sebut saja kota kecil Tsukuba, desain kotanya sangat sederhana dengan banyak ruang terbuka (square) dan taman. Namun, sangat jarang dijumpai ada sampah yang menggunung atau berserakan. Kota-kota di kita (Indonesia) juga saat ini sudah berbenah, tapi coba lewat saat subuh terlihat ada banyak tukang sapu jalan yang beroperasi dan menemukan banyak sampah bercecer.

Darimana kebiasaan itu muncul, saya perhatikan memang mereka ajarkan sejak kecil mulai dari penitipan anak sampai TK. Tampak pendidikan mereka bisa membentuk karakter yang baik, salah satunya peduli dengan sampah ini tadi. Bahkan dirumah-rumah sampah harus dibedakan menjadi beberapa jenis, baru kemudian dibuang.

Pagi ini (Senin, 5 November 2018) saya juga menyaksikan aksi dari panitia sohosai yang luar biasa. Mereka menyisir kembali lokasi kegiatan apakah masih meninggalkan sampah atau tidak. Sebenarnya sampah yang mereka cari adalah minor (hanya ceceran-ceceran tidak terlihat). Tapi tetap, dengan peralatan mirip dengan capitan mereka sisir satu persatu lokasi. Ini adalah bentuk tanggung jawab mereka.

Apakah anda termasuk yang risih dengan ketidakpedulian dalam mengelola sampah? Kalau iya apa komentar ataupun usulan anda untuk menangani sampah ini?

supriyanto

Leave a Reply

shares