Menghadapi Bahaya dengan “Kengerian” atau “Kebahagiaan/Relax”

Menghadapi Bahaya dengan “Kengerian” atau “Kebahagiaan/Relax”

Sharing is caring!

Sejatinya, hidup kita ini selalu dalam keadaan bahaya. Bahaya atau bisa dikatakan dengan bahasa lain sebagai resiko. Bahaya disini bisa bersumber dari berbagai hal diantaranya: kelalaian kita sendiri, alam, dan juga sebab-sebab lain.
 
Apa saja jenis bahaya itu? Bahaya yang paling besar dalam kehidupan kita adalah kematian. Kita tidak pernah tau kapan kematian itu akan datang kepada kita. Bahkan dalam agama, kematian merupakan jalan masuk ke kehidupan yang selanjutnya. Akan menjadi bahaya jika kita tidak punya persiapan untuk masuk ke tahapan selanjutnya.
 
Selain kematian tentu ada lagi kegagalan, bencana dan lain-lain yang kemungkinan bisa terjadi dalam hidup kita.
 
Kalau kita list mungkin ada ratusan sumber bahaya yang kita bisa temui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jalan kakipun itu sangat berbahaya jika kita sedang tidak beruntung.
 
Bahkan memikirkan negara akan bubar misalnya, kalau tidak diurus dengan baik juga merupakan bahaya. Tentu, kita tidak bisa mengatakan negara kita tidak di urus dengan baik.
 
Namun, menyikapi bahaya ini tentu bisa dengan dua cara yaitu: takut mencekam atau tetap relax.
 
Takut mencekam, biasanya hadir karena kita tidak percaya bahwa bahaya itu bisa di manage. Kita sudah kehabisan akal untuk mencegahnya. Tapi, kita juga lupa kalau ada sang maha pengatur yaitu Allah dibalik semua bahaya itu. Ini juga jadi pemicu, orang akan sangat suka menyebarkan ketakutan dalam berbagai hal. Misalnya: tinggal di dekat pantai maka ditakut-takuti tsunami, tidak ganti presiden ditakut-takuti negara akan bubar, dan berbagai ketakutan lain yang belum tentu terjadi. Karena peluangnya juga bisa 50:50, dan ingat ini peluang dirubah angkanya menjadi 90:10 tetap peluang juga. Bisa saja yang pelungnya kecil (10/100) itu yang akan terjadi.
 
Maka, muncul orang-orang yang kemudian relax dalam hidupnya. Siapa mereka? Biasanya yang punya pedoman-pedoman nilai baik itu dari agama maupun budaya.
 
Dalam agama Islam kita punya pedoman yang paling dekat:
– “Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 ).
– Bersabar dan bersyukur ikhlas hanya karena Allah
– Mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tapi tetap menyandarkan seluruh nya baik proses maupun hasil hanya kepada Allah.
 
Kalau sudah demikian kita relax, tidak lagi panik dan mencekam. Menghadapi isu dan masalah apapun, tetap tenang sambil mencari solusi yang jernih.
 
Termasuk menghadapi fenomena di sosial media saat ini. Sangatlah bahaya, karena kita bisa terjebak ikut marah misalnya, padahal kita tidak benar-benar tau akar permasalahannya. Kita tidak relax, karena kita tidak mengurasi dulu informasi dan melihat dari sumber informasi yang lain.
 
Orang-orang yang relax ini yang dikemudian hari akan sukses dan hidupnya bahagia.
 
Sama-sama dalam kondisi menghadapi bahaya tapi tetap Bahagia. Anda mau?
 
Salam,
Supriyanto
supriyanto

Leave a Reply

shares