Kemalasan Mahasiswa: Cara Mengatasi

Kemalasan Mahasiswa: Cara Mengatasi

Kemalasan Mahasiswa: Cara Mengatasi

Sharing is caring!

Sebagai pelajar tentu aktivitas rutin kita adalah belajar. Belajar sendiri merupakan proses memahami sesuatu dengan berbagai media. Umumnya di perguruan tinggi, pelajaran diberikan melalui tatap muka perkuliahan. Mata kuliah yang akan diambil juga sudah ditentukan oleh program studi dan umumnya bersifat wajib atau pilihan terbatas. Karena umumnya kita masuk perguruan tinggi hanya tau judul program studi saja, maka biasanya mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam memahami materi, terlebih yang tidak ia sukai.

Tentu anda pernah mengalami, dimana saat belajar suatu mata kuliah tidak mengerti sama sekali apa yang diperbincangkan. Boro-boro mulai menghafal, melihat bahannya saja kita tidak tahu harus belajar apa? Disorientasi seperti ini umum terjadi karena biasanya tatap muka diperkuliahan akan menyampaikan materi secara langsung. Misal, anda mengambil kalkulus pada program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem IPB. Pada pelajaran kalkulus ini, mata kuliahnya berantai dari Pengantar Matematika sampai kalkulus lanjut. Dosen akan langsung masuk materi di kelas seolah-olah mahasiswa sudah memahami dasar-dasar matematika. Ternyata, ada sebagian mahasiswa atau banyak yang tidak siap dengan dasar tersebut.

Kasus diatas sering terjadi terutama pada program studi berbasis science. Tapi, apakah kita hanya tinggal diam dan menyesali nasib kita? toh kita sudah terlanjur masuk di program studi tersebut. Langkah yang bisa dilakukan adalah mulai mengendalikan diri. Pengendalian diri ini bisa dimulai dari memahami bahwa kita banyak sekali kekurangan pada dasar-dasar mata kuliah yang tadi saya sebutkan. Apa saja langkahnya;

Luangkan Waktu Belajar di luar materi perkuliahan

Klasik banget ya, kalau kalian diberi nasehat suruh meluangkan waktu. Karena pasti kalian capek sekali belajar seharian dikelas dengan banyak sekali mata kuliah. Meluangkan waktu itu sebenarnya tidak susah, caranya mulailah disiplin dari bangun pagi. Kita muslim kan diminta bangun subuh, nah setelah subuh jangan tidur lagi. Kalau perlu berangkatlah ke kampus, biasanya di beranda-beranda kampus akan menyediakan meja untuk bersantai. Waktu-waktu ini sangat tepat untuk mempelajari hal baru. Mulai dari membuka silabus mata kuliah, kemudian membuat peta pikiran (mind map) agar kita tidak tersesat dalam mempelajari materi yang diperlukan. Kan gak lucu nanti kalau kita tersesat dan membuat kita jadi malas belajar lagi.

Bawa Bekal makanan ke kampus

Musuh yang gak bisa dihindari saat kalian belajar tentu adalah lapar. Saya sendiri termasuk yang tidak tahan lapar. Kalau bisa bawalah bekal makanan untuk mengurangi lapar saat anda belajar. Kalau anda tidak suka bawa bekal, bisa membeli dari kantin yang tersedia di kampus. Pastikan makanan yang anda makan cukup dan tentu saja bisa memenuhi kebutuhan nutrisi. Tidak jarang sih ada mahasiswa yang berhemat karena kekurangan biaya. Saya dulu mengalami hal serupa, jadi makan harus di jadwal paling banyak 2 kali sehari. Budgetnya juga dibatasi agar bisa memenuhi kebutuhan bulanan. Tapi tidak apa-apa, itu harus kita hadapi sebagai pelajar. Secara, kita sudah jauh-jauh dari desa atau rumah kita belajar ke kampus. Harus kuat dan harus semangat kan ya.

Perpustakaan, rumah kedua

Era sekarang kalau denger kata perpustakaan kesannya gimana gitu ya? Kan kita bisa belajar dari rumah dan langsung mengakses semua literatur dari rumah. Ini bukan masalah kemampuan akses itu? Tapi dengan pergi ke perpustakaan, kita bisa mengendalikan semangat kita. Kita jadi sadar kalau tujuan kita ke kampus itu ya untuk belajar dan meraih gelar sesuai dengan apa yang kalian cita-citakan. Perpustakaan adalah tempat yang sangat baik, karena kalian pasti akan ketemu juga dengan kawan-kawan yang lain yang hidupnya di perpustakaan. Tentu, anda bisa memilih tempat paling nyaman di perpustakaan kampus anda. Kalau di IPB orang menyebut perpustakaan LSI (Lembaga Sistem Informasi).

Tengok garis finishnya

Kalau kuliah, garis finishnya ya lulus. Sebelum lulus kalian pasti diminta oleh program studi dan dosen pembimbing untuk menulskan skripsi atau tesis. Nah, coba tengok garis finish dari kuliah di program studi yang anda masuki. Mula-mula dengan melihat profil dosen, biasanya di website departemen diberikan profil dosen dan riset yang selama ini digeluti oleh dosen tersebut. Kalian bisa mulai dari situ untuk mencari topik-topik skripsi kakak kelas kalian. Membuka skripsi itu seperti merangkum pelajaran atau mata kuliah yang kalian anggap rumit tadi dalam bentuk aplikasi atau studi kasus. Ceritanya juga jadi menarik, karena kalian jadi tahu apa manfaat dari pelajaran yang anda sedang pelajari itu. Menengok garis finish menyemangati kita dan kadang-kadang kita jadi lebih faham lagi dengan pelajaran yang tadinya kita anggap rumit tadi.

Semoga semua diberi kemudahan dan kesuksesan.

supriyanto

Leave a Reply

shares