Perjalanan kecil ke Hirosima

Perjalanan kecil ke Hirosima

Perjalanan kecil ke Hirosima

Sharing is caring!

15 Januari 2019

Suasana agak berbeda pagi ini, karena saya, sensei dan mas Agusta berkesempatan mengunjungi Hiroshima untuk mengikuti seminar mengenai Biomass di Hiroshima University. Pukul 04 istri bangun untuk mempersiapkan makan pagi saya dan persiapan perjalanan ke Hiroshima. Walau badan menggigil karena dingin, tetap tidak menyurutkan langkah untuk tetap berangkat.

Sesaat setelah shalat subuh sekitar 05.30, kuangkat koper dan tas gendong menuju ke parkiran sepeda. Karena jam segini belum ada bus yang beroperasi dari ichinoya, harus mengayuh dan menembuh dingin pagi. Suhu pagi ini kurang lebih 3-5 derajat saat saya mengayuh sepeda. Mulai kukayuh meninggalkan asrama ichinoya menuju area kampus, oikoshi, Tsukuba Hospital, matsumi koen, jaxa expo center dan sampailah di Tsukuba center. Saat akan menyeberang lampu merah, kulihat waktu keberangkatan bus tinggal 7 menit lagi. Yak menit ke lima kukayuh sepeda menuju ke tempat pemberangkatan bus. Beruntung, kami masih bias mengejar bus pukul 06.00 dari tsukubai center menuju Haneda Internasional Airport.

Sesampainya disana kami menunggu terlebih dahulu di lobby dan check in. Setelah check-in ke maskapai Japan Airelines kami berangkat ke dalam. Pengecekan ini itu di gate dan kemudian mendapatkan boarding pass untuk masuk ke pesawat. Perjalanan kami lebih kurang satu jam 12.15-13.45 dari Tokyo Haneda – Menuju Hiroshima airport.

Sesampainya di Hiroshima, tampatk bandara berada di pegunungan. Kami akan menginap di sekitar Hiroshima station, sebuah kota yang mengingatkan kita pada Bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika di Kota ini. Lebih kurang satu jam perjalanan melewati jalan tol yang didominasi oleh pegunungan. Lupa menghitung, tapi lebih dari tiga terowongan kami lalui untuk sampai di stasiun Hiroshima.

Sesampainya di stasiun itu, terasa sekali atmosfer yang berbeda antara Tsukuba dan kota ini. Tampak kehidupannya begitu hidup, menyimpan banyak memori dan cerita. Tidak berpanjang waktu, kamipun check in ke APA Hotel. Hotel ini berada dekat dengan stasiun dan menghadap ke sungai. Sungainya juga tampak lumayan bersih disbanding sungai-sungai di kita (Indonesia).

Sore hari, saat yang dinanti tiba. Kami berkesempatan mengunjungi musium bom atom Hiroshima. Sebelum sampai disitu, kami naik trem yang menurut saya cukup unik dan memorial. Merasakan betapa transportasi ini sudah puluhan tahun bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia melayani warga kota ini. Trem ini berjalan di tengah-tengah jalan raya diantara dua lajur kanan dan kiri.

Sekilas saya perhatikan terdapat 9 nomor jalur yang bisa mengantar anda kemana-mana. Ambil saja travel guide yang tersedia di stasiun ataupun hotel untuk mendapkan informasi lebih detail, atau gunakan google maps. Tapi saya sarankan dengan peta kertas lebih mudah dan memberikan suasana yang berbeda. Oh iya, tiket nya sebesar 180 yen untuk dewasa dan anak-anak 90 yen. Lumayan murah untuk ukuran transportasi di Jepang. Untuk pembayarannya juga unik, anda bisa bayar secara langsung atau e-money dengan pasmo, suica dan saya lihat banyak metode bayar lain yang jarang saya lihat di Tsukuba.

Tapi, kalau anda akan menghabiskan waktu seharian, gunakan saja 1 day free pass yang tiketnya dibandrol sebesar 600 yen dan untuk anak 300 yen. Tapi kalua anda ingin menggunakan ferry (boat) pilih yang 840 yen dan 420 yen. Kota ini menyuguhkan suasana yang berbeda, terutama bagi kami yang tinggal di daerah Tsukuba dan Tokyo Area.

Kembali cerita mengenai memorial jatuhnya bom Hiroshima. Kami sempatkan untuk mengunjungi lokasi tempat dijatuhkannya Bom Atom. Ini juga mengingatkan saya pada cerita masa kecil. Saya lahir di dekat Nogosari dan Simo yang biasa kami plesetkan menjadi Hirosima dan Nagasaki. Saya tidak menyangka kalau hari ini bisa menginjakkan kaki di kota ini.

Sebuah memori yang tidak akan dilupakan oleh rakyat Jepang pada pagi hari 06 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima. Bom ini telah membunuh 140.000 jiwa di Hiroshima. Kejadian yang luar biasa dan akan dikenang selamanya. Selain Hiroshima juga kota Nagasaki dijatuhkan bom yang sama menelan 70.000 jiwa. Gambar ini menunjukkan sisa reruntuhan dari industrial exhibition hall di Hiroshima.

Gambar dibawah ini adalah origami yang dibuat anak-anak sekolah untuk mengenang kisah ini. Mengenang bagi mereka bukan larut dalam kesedihan, tapi terus membangun dan menatap masa depan. Mereka berusaha keras untuk membangun kembali harapan mereka, tidak hanya sebuah kota (bangunan) dan fasilitas lainnya.

Hikmah dari semua ini adalah, bahwa manusia bisa membuat kerusakan bahkan membunuh orang tidak berdosa hanya dalam hitungan detik saja. Tapi ingat, ini semua harus kita hindari. Bagi orang beradab, bahkan dalam perang sekalipun hanya boleh membunuh sesama tentara, bukan orangtua, anak-anak dan perempuan.

Bersambung…

 

supriyanto

Leave a Reply

shares