Study Room: untuk mahasiswa S3

Study Room: untuk mahasiswa S3

Study Room: untuk mahasiswa S3

Sharing is caring!

Menjadi mahasiswa, terutama pada strata S3 sedikit berbeda dengan strata sebelumnya. Seorang calon doktor diharapkan bisa melakukan penelitian dibawah bimbingan seoran supervisor.

Target capaian dari penelitian itu adalah terbitnya jurnal Ilmiah. Kriteria jurnal ilmiah juga ada banyak jenisnya. Paling tidak, untuk di Faculty of Life and Environmental Sciences, University of Tsukuba target capaiannya adalah 1 jurnal internasional (berbahasa Inggris).

Masalah impact factor, terindeks, tidak jadi ukuran untuk syarat kelulusan. Namun, ada juga profesor yang ingin mahasiswanya publish di jurnal dengan IF lebih tinggi, sesuai bidang garapannya. Karena ada juga bidang yang IF jurnalnya tidak terlalu tinggi.

Namun, selama proses belajar yang terdiri dari kegiatan: pengajuan proposal (melalui seminar dan pertemuan mingguan), seorang pelajar S3 diberikan fasilitas study room.

Study room berfungsi layaknya kantor, kadang juga lebih karena jam kerjanya juga terserah kita. Biasanya mahasiswa akan datang antara jam 9 dan akan pulang di sore hari. Sampai di study room mahasiswa juga mengerjakan aneka pekerjaan seperti membaca, mempersiapkan konsep experiment, dan menulis paper.

Jika penelitiannya membutuhkan eksperiment, kita akan memesan slot di laboratorium experiment, atau juga yang berhubungan dengan data sekunder kita bisa terhubung dengan lab lain. Setelah konsep disetujui oleh pembimbing kita, bahan-bahan eksperimen dipesan. Kemudian secara mandiri kita akan diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan sesuai dengan konsep yang sudah disepakati tadi.

Lalu, pekerjaan yang paling sulit adalah menuliskan hasil eksperimen tadi ke dalam jurnal ilmiah. Eksperimen juga bisa dilakukan di komputer untuk penelitian yang sifatnya soft atau simulasi. Seperti yang saya lakukan.

Setelah beberapa kali di revisi oleh pembimbing kita, maka draft kita masukkan ke jurnal ilmiah. Proses reviewnya juga bisa memakan waktu 1 bulan – 9 bulan. Paper pertama saya memakan waktu cukup lama.

Jadi, proses pendidikan S3 selama 3 tahun bisa dibagi menjadi;
Tahap 1. Proposal
Tahap 2. Eksperimen
Tahap 3. Menulis hasil dan revisi
Tahap 4. Submit
Tahap 5. Revisi

Barulah kemudian kita menyusun draft Disertasi kita, sesuai dengan topik yang disepakati.

Jadi, mahasiswa S3 itu baru belajar meneliti di bawah bimbingan dosennya. Masih panjang perjalanan untuk menjadi peneliti yang berkompeten.

Sebagai gambaran jumlah mata kuliah selain penelitian dan disertasi yang saya ambil adalah 3 SKS (2 mata kuliah). Ini adalah mata kuliah wajib yang saya ambil.

Semoga informasi ini berguna bagi calon doktor. Mari, melanjutkan study.

Salam,
Supriyanto

supriyanto

Leave a Reply

shares