No paper no PhD

No paper no PhD

No paper no PhD

Sharing is caring!

Bagi Bapak/Ibu yang akan melanjutkan ke jenjang Doktor (PhD) di pasca Ilkom IPB atau yang lainnya sangat penting untuk mempersiapkan topik penelitian. Ada istilah no paper no PhD. Langkah pertama, fahami syarat-syarat kampus tujuannya: – misal untuk lulus PhD harus submit atau accepted 1 atau 2 Jurnal Internasional.

Saat kita sudah memantapkan diri untuk melanjutkan studi di kampus tujuan kita, sudah mulai bisa fokus ke tujuan akhir. Tujuan seorang sekolah adalah untuk lulus. Salah satu syarat lulus adalah publikasi penelitian pada jurnal ilmiah. Fokus kita selain course (kuliah), adalah secepatnya menentukan topik penelitian, melaksanakannya dan publikasi.

Dosen saya pernah bilang, gunakan PDCA (Plan Do Check Act). Rencanakan secara baik topik penelitian anda. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Cek trend

Mengecek trend perkembangan ilmu pengetahuan yang kita geluti adalah sebuah keharusan. Cara mengecek trend bisa memanfaatkan mesin pencari google scholar ataupun dengan mengakses repository jurnal-jurnal atau disertasi di berbagai negara. Mengakses disertasi ini juga memudahkan kita, karena biasanya disertasi didalamnya terdapat jurnal-jurnal ilmiah yang mendukung disertasi tersebut. Saya lebih suka membaca disertasi oranglain terlebih dahulu, karena bisa meniru (imitate) teknik mereka merangkai sebuah topik penelitian menjadi sebuah cerita.

Cari profesor terkenal di bidang kita, temukan profil google scholar, researchgate, atau kadang website pribadi yang menyajikan topik-topik penelitian yang sedang digeluti. Ini memudahkan kita untuk mencari inspirasi dalam menyusun penelitian. Setelah dapat, coba zoom ke salah satu mahasiswa doktor yang ada di dalam labnya. Ingat, karena kita calon mahasiswa doktor, kita gak perlu waw dengan profesornya. Kita lihat, kapan si mahasiswa publish paper 1, liat beda antara paper 1, 2 dan 3. Biasanya adalah satu kesatuan topik yang terkait. Jadi kita gak perlu terlalu perfect juga.

Mulai sekarang

Saat sudah dapat topik, mulailah sejak sekarang melakukan review. Langkahnya, organisasilah folder-folder anda dalam satu folder utama. Kalau saya, saya gunakan laptop (dirumah), PC (dikampus), dan google cloud. Jadi, secara tidak langsung saya sudah memback up pekerjaan saya dalam 3 media penyimpanan yang berbeda. Buat jaga-jaga saja, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terus, bagaimana memulai penelitian itu. Pertama tentu anda baca-baca dulu topik yang sesuai dengan anda, buat rencana penelitian. Setelah itu, diskusikan dengan calon pembimbing atau pembimbing anda. Setelah berdiskusi, tentu ada masukan-masukan dari beliau atau bahkan bisa banting stir ke topik lain yang sesuai.

Setelah itu, mulai cari-cari jurnal tujuan. Ini penting agar kita bisa menentukan bench mark capaian yang akan kita buat. Karena karakteristik setiap jurnal itu biasanya berbeda-beda, tergantung scope dan tingkat kepopulerannya.

Selain itu, list juga kesempatan conferences. Cari society yang bagus agar mendapatkan komunitas ilmiah yang pas dengan topik yang sedang digeluti. Melalui conference ini, kita update ilmu pengetahuan dan sedikit menguji acceptability dari topik penelitian kita. Tidak harus 100% hasil penelitian selesai baru hadir conference, karena tujuan conference sendiri untuk perbaikan naskah sebelum dimasukkan ke jurnal ilmiah. Tentu, untuk masalah conferences ini, perencanaan keuangan sangat penting. Karena butuh biaya transportasi dan pendaftaran.

Tahapan utamanya tentu melaksanakan penelitiannya. Melaksanakan penelitian juga tergantung pada bidang kajian anda. Ada yang harus mengambil data primer (experiment) ataupun data sekunder berupa pengembangan model atau simulasi. Namun, keduanya punya tingkat kesulitan masing-masing. Pastikan anda sudah memahami prosedur penelitian pada kedua jenis penelitian tersebut.

Proses selanjutnya, telaah pustaka dan mencari jurnal tujuan. Setelah kita melakukan review dengan seksama dan menemukan gap penelitian bisa langsung cicil. Setelah diskusi beberapa kali dengan dosen pembimbing (berdasarkan pengalaman bisa lebih dari 10-20 tatap muka) barulah proses submit, review atau rejected, perbaikan dan accepted.

Jadi fokus tujuan kita, selain course, secepatnya start merencanakan penelitian dan diskusi dengan calon pembimbing. Proses selanjutnya, telaah pustaka dan mencari jurnal tujuan. Setelah kita melakukan review dengan seksama dan menemukan gap penelitian bisa langsung cicil. Setelah diskusi beberapa kali dengan dosen pembimbing (berdasarkan pengalaman bisa lebih dari 10-20 tatap muka) barulah proses submit, review atau rejected, perbaikan dan accepted.

Komunikasi dengan pembimbing

Ada satu hal yang sangat krusial dalam proses studi yaitu kerjasama dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing. Hal ini jadi guarantee (jaminan) untuk bisa lulus tepat waktu (3 tahun pas). Pengalaman kami, pertemuan mingguan dan diskusi rutin akan membuat proses penelitian kita jadi smooth. Itupun kadang tidak berarti bahwa proses publikasi berjalan mudah. Sebagai contoh berdasarkan pengalaman, submit jurnal di 31 Jan 2018, baru accepted di 4 Oct 2018 dan ditambah persiapan yang hampir 1 tahun dari mulai persiapan sampai menulis draft.

Semoga bapak/ibu dimudahkan dalam memperoleh sekolah, beasiswa dan dilancarkan sampai babak final (dapat PhD).

Selamat mudik dan mempersiapkan studi bagi bapak/ibu.

Bahan bacaan menarik untuk persiapan studi.

  1. https://www.nature.com/articles/d41586-019-01692-8?utm_source=fbk_nnc&utm_medium=social&utm_campaign=naturenews&sf213624919=1&fbclid=IwAR3toWIIwyuk6kS1NgIUHN6jwDFJ_TNQyA3U64b6IUUrfatjpERFjyb71O4
  2. https://www.springeropen.com/
  3. https://www.mdpi.com/
  4. https://www.intechopen.com/

Salam,
Supriyanto

supriyanto

Leave a Reply

shares