Minimalist living (Hidup Minimalis) #Nasehat2019 #001

Minimalist living (Hidup Minimalis) #Nasehat2019 #001

Minimalist living (Hidup Minimalis) #Nasehat2019 #001

Sharing is caring!

Kata “minimalis” ini sudah tentu sering kita dengar di kehidupan moderen saat ini. Ada rumah minimalis, desain minimalis, hidup minimalis dan lain sebagainya.
 
Bagi saya, orang Indonesia yang hidup di kampung dan lahir ditengah-tengah keluarga petani. Minimalis sudah menjadi gaya hidup kami. Mulai tinggal di sebuah gubuk minimalis, sampai kemudian tinggal di rumah yang lebih besar.
 
Beranjak dewasa, saya berkesempatan melanjutkan studi atas dukungan dari kedua orangtua. Saat-saat itu, saya tinggal di kosan minimalis (2x3m), makan, dan beli perlengkapan yang bisa dibilang apa adanya. Tidak jarang harus makan dua kali untuk menghemat uang saku. Makan pagi bubur kacang hijau ditambah sobek roti tawar agar terasa kenyang.
 
Sampai akhirnya, Allah beri kesempatan untuk melanjutkan studi S2. Saya tetap tinggal di kosan yang sama (2×3 m). Bahkan tidak pindah kosan sampai menikah dan istri hamil.
 
Saat istri hamil, kami pindah mengontrak di rumah minimalis di sebuah perumahan di Dramaga, Bogor. Sambil menunggu rumah KPR (kredit perumahan rakyat) kami disetujui oleh bank dan selesai pembangunannya.
 
Sampai akhirnya, kami punya rumah minimalis yang harus kami angsur ke salah satu Bank Syariah di Indonesia, melalui bantuan FLPP, program rumah subsidi oleh Kementerian PUPR.
 
Tinggal di rumah subsidi dengan ukuran “minimalis” bersama satu orang putri. Perumahan ini, perumahan baru yang barang tentu fasilitas yang ada juga terbatas.
 
Sampai akhirnya, 2016 kami mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di University of Tsukuba Jepang. Mendapatkan tempat tinggal di kamar dengan ukuran 2×4 selama 8 bulan. Fasilitas minimalis, namun lengkap dengan toilet, air, wastafel, dan internet di dalam kamar.
 
Hidup di Jepang dengan beasiswa dari pemerintah dengan anak dan istri adalah episode lanjutan dari hidup minimalis itu.
 
Sampai akhirnya, kami dapat asrama 30m2dan berhasil membawa serta istri dan anak untuk menemani studi. Tempat tinggalnya adalah kamar dengan kamar mandi dalam yang dilengkapi dengan dipan kembar. Kami menyebutnya rumah minimalis yang dapat menampung saya, anak dan istri.
 
Fasilitasnya juga bisa dikatakan lengkap, dilengkapi dengan kamar mandi (air panas), toilet, mesin cuci dan kulkas.
 
Sampai akhirnya tahun ini di bulan Juli, kami mendapatkan tambahan rizki yaitu selesainya program doktor saya dan mendapatkan seorang putra.
 
Saat di Tsukuba, Jepang hidup dengan gaya minimalis ini memang sudah menjadi budaya masyakat. Tempat tinggal (apato) juga bentuknya minimalis tanpa banyak perabot tidak penting. Hal ini, diperkuat lagi dengan regulasi pemerintah yaitu jika membuang barang maka butuh biaya recycle yang cukup mahal.
 
Jadi, hidup minimalis itu sudah menyatu dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa terasa. Tentu, kita bersyukur trend minimalis itu ternyata sangatlah baik.
 
Coba kita agak serius sedikit, dengan rumah minimalis berapa energi dan bahan baku bangunan yang kita gunakan. Ingat, semen yang kita gunakan itu menimbulkan dampak lingkungan yang luar biasa. Kalau bicara energi, berapa energi listrik yang kita hemat untuk itu.
 
Hidup dengan perabotan minimalis pun demikian. Banyak dari perabotan kita terbuat dari bahan alam seperti kayu, particle board, semen, pasir, besi, dan aneka bahan alam. Yang kalau kita gunakan semena-mena akan habis dan jadi sampah saat tidak digunakan lagi. Baju, peralatan elektronik dan perabotan pun demikian. Mereka akan jadi sampah dan akan merusak lingkungan.
 
Bahkan jauh sebelum konsep mimimalis ini ada, Al Quran sudah lebih dulu menjelaskannya. Dalam banyak ayat diantaranya:
 
Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. [al-An’am/6:141).
 
Bagaimana pengalaman anda mengenai hidup minimalis ini. Kita patut bersyukur, jika pernah mengalami dan mensyukuri kehidupan minimalis yang kita jalani. Sampai pada akhirnya kita akan kembali ke liang lahan yang ukurannya minimalis.
 
Salam,
www.supriyanto.net
supriyanto

Leave a Reply

shares